Kebakaran TPA Bakung Bandar Lampung, 12 Jam Api Tak Padam

Kebakaran TPA Bakung Bandar Lampung, 12 Jam Api Tak Padam

𝟯𝗱𝗴𝗮𝘁𝗲.𝗰𝗼𝗺 – Kebakaran TPA Bakung Bandar Lampung, 12 Jam Api Tak Padam. Bandar Lampung, 6 Desember 2024 Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung, sudah berlangsung lebih dari 12 jam dan hingga saat ini api masih belum dapat dipadamkan. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5/12) ini mengejutkan warga sekitar dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kebakaran TPA Bakung Bandar Lampung, 12 Jam Api Tak Padam

Kronologi Kebakaran di TPA Bakung

Kebakaran yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB cepat meluas karena tumpukan sampah kering di TPA Bakung, tempat pembuangan sampah terbesar di Bandar Lampung. Area yang luas dengan sampah organik dan plastik meningkatkan potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.

Meski petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan sejak awal kejadian, api terus menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Hingga pagi ini, petugas masih berjibaku mencoba mengobaran api yang tak kunjung datang padam.

Faktor Penyebab Kebakaran

Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab kebakaran, namun saksi mata melaporkan percikan api yang di duga berasal dari aktivitas warga atau pembakaran sampah ilegal. Selain itu, cuaca yang panas dan angin yang cukup mempercepat situasi, mempercepat penyebaran api ke seluruh area TPA.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bandar Lampung, Budi Santoso, mengungkapkan kesulitan menyelesaikan kebakaran di TPA Bakung karena api merembet ke tumpukan sampah yang padat dan dalam.

Dampak terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Kebakaran besar di TPA Bakung mengancam keselamatan warga dan mencemari udara dengan zat berbahaya seperti karbon monoksida, dioksin, dan partikel halus yang membahayakan saluran pernapasan.

Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela guna menghindari paparan asap. Selain itu, warga dengan gangguan pernapasan atau masalah kesehatan lainnya di minta untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami juga meminta bantuan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan karena bisa menyelamatkan situasi seperti ini,” tambah Budi Santoso.

Upaya Pemadaman dan Penanggulangan

Dinas Pemadam Kebakaran Bandar Lampung, bersama BPBD dan di bantu warga, berupaya menyetorkan api secara manual. Meski kendaraan dan tangki air besar di kerahkan, medan berat memadamkan pemadaman.

Pihak yang berwenang menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPA Bakung setelah kebakaran ini. Kejadian tersebut menyoroti urgensi perbaikan sistem pengelolaan sampah di Bandar Lampung, mengingat volume sampah terus meningkat.

Kebakaran TPA: Pelajaran untuk Pengelolaan Sampah Kota

Kebakaran di TPA Bakung menyoroti masalah pengelolaan sampah di Bandar Lampung, dengan kapasitas berlebih dan sistem yang tidak efisien. Kurangnya pemisahan sampah organik dan non-organik mengurangi situasi saat kebakaran terjadi.

Selain itu, kebakaran ini juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Pengelolaan sampah yang baik merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat.

Tanggapan Masyarakat dan Pemerintah

Warga sekitar TPA Bakung mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai dampak kebakaran yang sudah berlangsung lebih dari 12 jam. Beberapa warga mengaku merasa khawatir dengan kualitas udara yang semakin buruk dan berpotensi mempengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Kami sudah khawatir sejak tadi sore, baunya sangat menyengat dan asapnya begitu kental,” ujar salah seorang warga yang tinggal di dekat TPA Bakung. “Kami berharap pemerintah bisa segera menangani hal ini dengan cepat.”

Wali Kota Eva Dwiana menyatakan pemerintah akan mengambil langkah antisipatif, menyelidiki penyebab kebakaran, dan memperbaiki pengelolaan sampah di TPA Bakung.

Penutup

Kebakaran di TPA Bakung Bandar Lampung yang berlangsung lebih dari 12 jam ini menjadi peringatan akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan kesadaran menjaga kebersihan. Di harapkan, upaya pemadaman segera berhasil dan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi masyarakat sekitar.

Kebakaran ini di harapkan mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan.

Related Posts

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications